TIPS & EDUKASI

Cara Cek Shutter Count Kamera Bekas Sebelum Membeli

7 menit baca
Cara Cek Shutter Count Kamera Bekas Sebelum Membeli

Membeli kamera bekas bisa menjadi keputusan yang cerdas, terutama jika Anda ingin mendapatkan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, Anda perlu memeriksa kondisi kamera sebelum melakukan transaksi.

Salah satu informasi penting yang perlu Anda periksa adalah shutter count. Angka ini dapat memberikan gambaran mengenai seberapa sering pemilik sebelumnya menggunakan kamera.

Apa Itu Shutter Count?

Shutter count adalah jumlah foto yang sudah diambil kamera menggunakan mechanical shutter. Setiap kali kamera mengambil foto dengan mechanical shutter, angka shutter count biasanya bertambah.

Banyak orang menganalogikan shutter count seperti odometer pada mobil. Semakin tinggi angkanya, semakin banyak pula penggunaan mechanical shutter pada kamera tersebut.

Namun, shutter count tidak secara otomatis menunjukkan bahwa sebuah kamera sudah berada dalam kondisi buruk. Perawatan, cara penggunaan, dan kondisi komponen kamera juga memengaruhi usia pakainya.

Berapa Shutter Count yang Masih Aman?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua kamera. Setiap model memiliki spesifikasi dan rating shutter yang berbeda.

Sebagai gambaran umum, beberapa kamera memiliki rating mechanical shutter seperti berikut:

  • Entry level: sekitar 50.000–100.000 shutter

  • Semi-profesional: sekitar 100.000–200.000 shutter

  • Profesional: sekitar 200.000–500.000 shutter

Angka tersebut hanya menjadi referensi. Rating shutter bukan berarti kamera akan langsung rusak setelah mencapai angka tersebut.

Sebagai contoh, kamera dengan rating 100.000 shutter masih dapat berfungsi setelah melewati angka tersebut. Sebaliknya, kamera dengan shutter count rendah juga tetap membutuhkan pemeriksaan jika pemilik sebelumnya menggunakan kamera secara kurang baik.

Karena itu, jangan menentukan kualitas kamera hanya berdasarkan shutter count.

Cara Mengecek Shutter Count Kamera Bekas

Anda dapat menggunakan beberapa cara untuk mengetahui shutter count kamera.

1. Gunakan Website Online

Beberapa layanan online dapat membaca informasi shutter count dari file foto asli kamera.

Caranya cukup sederhana:

  1. Ambil foto menggunakan kamera yang ingin Anda periksa.

  2. Pindahkan file JPEG asli ke komputer atau perangkat Anda.

  3. Buka layanan pengecekan shutter count yang mendukung model kamera tersebut.

  4. Upload foto dan lihat hasil pembacaannya.

Namun, tidak semua kamera menyimpan informasi shutter count dalam metadata JPEG. Karena itu, metode ini tidak selalu berhasil pada setiap model.

2. Gunakan Software

Anda juga dapat menggunakan software yang membaca data EXIF atau informasi kamera.

Software tertentu mendukung model kamera dan dapat menampilkan shutter count secara otomatis. Cara ini berguna jika website online tidak dapat membaca informasi dari foto.

Sebelum menggunakan software, pastikan Anda menggunakan aplikasi yang terpercaya.

3. Periksa Melalui Service Center

Jika Anda membutuhkan hasil yang lebih meyakinkan, bawa kamera ke service center atau teknisi yang memahami model tersebut.

Teknisi dapat menggunakan perangkat atau metode khusus untuk membaca informasi kamera. Cara ini sangat berguna ketika Anda ingin membeli kamera dengan harga cukup tinggi.

Apakah Shutter Count Tinggi Selalu Buruk?

Tidak.

Shutter count tinggi hanya menunjukkan bahwa kamera sudah cukup sering menggunakan mechanical shutter. Angka tersebut tidak secara langsung menunjukkan seluruh kondisi kamera.

Sebagai contoh, kamera dengan shutter count 80.000 dapat memiliki kondisi yang lebih baik daripada kamera dengan shutter count 20.000 jika pemilik sebelumnya merawatnya dengan baik.

Karena itu, periksa beberapa bagian lain sebelum membeli:

  • Kondisi fisik body

  • Kondisi sensor

  • Autofocus

  • LCD dan viewfinder

  • Port dan slot kartu

  • Kondisi baterai

  • Fungsi tombol dan dial

  • Riwayat servis

Dengan demikian, Anda dapat menilai kondisi kamera secara lebih menyeluruh.

Apa Itu Shutter Rating?

Shutter rating berbeda dengan shutter count.

Shutter rating merupakan perkiraan jumlah siklus mechanical shutter yang dirancang oleh produsen untuk model kamera tertentu. Sementara itu, shutter count menunjukkan jumlah penggunaan mechanical shutter pada unit tertentu.

Misalnya, sebuah kamera memiliki shutter rating 150.000 siklus dan saat Anda memeriksanya memiliki shutter count 30.000.

Artinya, unit tersebut sudah menggunakan sebagian kecil dari rating yang menjadi referensi produsen.

Namun, jangan menganggap angka rating sebagai batas pasti. Mechanical shutter dapat bertahan lebih lama atau mengalami masalah lebih awal.

Mechanical Shutter dan Electronic Shutter

Perkembangan kamera mirrorless membuat sistem shutter semakin beragam. Selain mechanical shutter, banyak kamera modern juga menawarkan electronic shutter.

Mechanical shutter menggunakan komponen fisik untuk membuka dan menutup jalur cahaya saat kamera mengambil foto. Karena itu, penggunaan mechanical shutter dapat menambah siklus shutter.

Sementara itu, electronic shutter membaca sensor secara elektronik tanpa mengandalkan mekanisme mechanical shutter dengan cara yang sama.

Karena itu, shutter count tidak selalu menceritakan seluruh aktivitas pemotretan kamera, terutama pada kamera yang sering menggunakan electronic shutter.

Apakah Shutter Count Penting untuk Kamera Mirrorless?

Ya, tetapi tingkat kepentingannya bergantung pada model dan cara penggunaan kamera.

Kamera mirrorless juga dapat menggunakan mechanical shutter, electronic shutter, atau mode kombinasi keduanya. Karena itu, Anda perlu memahami sistem shutter pada model yang ingin dibeli.

Selain shutter count, periksa kondisi sensor, IBIS jika tersedia, autofocus, tombol, dial, port, dan fungsi video.

Dengan begitu, Anda mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi unit.

Jangan Hanya Mengejar Shutter Count Rendah

Shutter count rendah memang terlihat menarik. Namun, jangan langsung menganggap unit dengan angka paling rendah sebagai pilihan terbaik.

Sebagai contoh:

Kamera A

  • Shutter count: 10.000

  • Body memiliki banyak bekas benturan

  • Autofocus bermasalah

  • Pernah menjalani servis

Kamera B

  • Shutter count: 40.000

  • Body terawat

  • Autofocus normal

  • Semua fungsi berjalan baik

Dalam kondisi tersebut, kamera B belum tentu menjadi pilihan yang lebih buruk hanya karena memiliki shutter count lebih tinggi.

Karena itu, gunakan shutter count sebagai salah satu indikator, bukan sebagai satu-satunya dasar pembelian.

Apa Saja yang Perlu Dicek Saat Membeli Kamera Bekas?

Selain shutter count, periksa beberapa bagian berikut:

Kondisi Fisik

Periksa body kamera dari berbagai sisi. Cari tanda benturan, retak, lecet berat, atau bagian yang longgar.

Sensor

Pastikan sensor tidak memiliki masalah yang memengaruhi hasil foto. Anda juga dapat mengambil foto dengan aperture kecil untuk melihat kondisi sensor dengan lebih jelas.

Autofocus

Uji autofocus pada objek diam dan bergerak. Pastikan kamera dapat mengunci fokus dengan normal.

LCD dan Viewfinder

Periksa layar dan viewfinder. Pastikan tidak ada masalah tampilan yang mengganggu penggunaan.

Port dan Slot Kartu

Tes port USB, HDMI, microphone, headphone, dan slot kartu jika kamera menyediakan fitur tersebut.

Baterai

Periksa kondisi baterai dan pastikan kamera dapat bekerja secara normal tanpa masalah daya yang tidak wajar.

Riwayat Servis

Jika memungkinkan, tanyakan apakah pemilik sebelumnya pernah memperbaiki atau mengganti komponen kamera.

Tips Membeli Kamera Bekas Berdasarkan Shutter Count

Agar lebih aman, gunakan beberapa langkah berikut:

  1. Cari tahu shutter rating model kamera yang Anda incar.

  2. Periksa shutter count unit yang akan Anda beli.

  3. Bandingkan dengan kondisi fisik kamera.

  4. Uji fungsi utama kamera.

  5. Tanyakan riwayat penggunaan dan servis.

  6. Periksa garansi dari penjual.

  7. Bandingkan harga dengan unit lain yang memiliki kondisi serupa.

Dengan cara tersebut, Anda tidak hanya mengejar angka shutter count rendah, tetapi juga menilai kondisi kamera secara keseluruhan.

Shutter Count di Elora Camera

Saat membeli kamera bekas, Elora Camera tidak hanya mengandalkan shutter count untuk menentukan kondisi unit.

Tim Elora Camera juga melakukan Double QC untuk memeriksa kondisi dan fungsi produk sebelum menjualnya. Selain itu, setiap unit memiliki informasi grade dan kondisi yang membantu pelanggan memahami produk sebelum membeli.

Anda juga dapat melihat foto unit aktual untuk mengetahui kondisi fisik barang yang akan dibeli.

Jika Anda ingin memahami kondisi kamera bekas sebelum membeli, lihat Grade Guide Elora Camera untuk mengetahui standar grade yang kami gunakan.

Kesimpulan

Shutter count merupakan salah satu informasi penting saat membeli kamera bekas. Angka tersebut membantu Anda mengetahui seberapa sering mechanical shutter pada sebuah unit telah digunakan.

Namun, jangan menjadikan shutter count sebagai satu-satunya faktor penentu. Periksa juga kondisi fisik, sensor, autofocus, LCD, port, baterai, riwayat servis, dan fungsi kamera.

Pada akhirnya, kamera dengan shutter count lebih tinggi belum tentu memiliki kondisi yang lebih buruk. Kondisi keseluruhan unit, perawatan, dan transparansi penjual tetap menjadi faktor penting dalam memilih kamera bekas.

Jika Anda sedang mencari kamera bekas, Anda dapat melihat katalog Elora Camera atau mengunjungi cabang Elora Camera terdekat.

Ditambahkan untuk dibandingkan

Lihat Perbandingan
0 unit dipilih untuk dibandingkan Lihat Perbandingan